Sunday, May 24, 2015

Bayang


(Gue sarankan untuk ngebaca post ini sambil denger lagu untitled – maliq & d’essentials)

Aku yang berusaha berdiri tegap
Aku yang bertekad tuk tetap lurus menatap
Aku yang bertahan dalam nyamannya dekap
Nyatanya, tak bisa sekuat itu
Hanya beberapa saat hingga ku jatuh
Sihir apa yang kau taruh dalam kurva indah itu?
Memang ‘ku lemah tak berdaya
Menopang pada angan yang maya
Aku yang seperti kaca
Ada, namun tembus pandang
Menjadi penikmat bayangan
Entah sampai kapan
Boleh engkau sebut aku pengecut
Terjerat oleh rasa takut
Mengubur rindu dalam hati
Tunduk oleh belati bernama gengsi
Inginku sederhana saja
Tak lebih dari sekedar menyapa
Apa susahnya?
Ya, apa susahnya

- Ayas, Mei 2015



-oOo-



Anyway, untaian kalimat absurd ini gue dedikasikan untuk dia seseorang yang kemaren lagi baper berat:


No comments:

Post a Comment