Saturday, December 27, 2014

Trip to Bukit Bangkirai


Heyo bloggie! Kali ini gue mau cerita soal perjalanan gue tadi pagi ke Bukit Bangkirai. Bukit Bangkirai itu letaknya di kabupaten Kutai Kartanegara, jadi sebenernya udah gamasuk area Balikpapan. Tapi perjalanan yang gue tempuh ga terlalu lama kok, cuma sekitar 1,5 jam. Sepanjang perjalanan gue banyakan…………. tidur.


Jalanan kesana sepi tanpa macet~




Sesaimpainya disana pengunjung disuruh beli tiket buat naik ke canopy bridge seharga Rp 25.000 per orang, disini belinya:

'Front Office'-nya Bukit Bangkirai

Berhubung Bukit Bangkirai adalah 'Kawasan Wisata Alam', jadi udah pasti gue ketemu sama hutan lebat dan sejenisnya. Mungkin diantara kalian bakal ada yang nanya "Terus yang diliat disana apa dong yas selain pohon?", jawabannya adalah canopy bridge! Kalo menurut mbah wikipedia: "Wisata ini menawarkan pesona hutan hujan tropis yang masih alami, yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana wisata seperti restoran, lamin untuk pertemuan, kolam renang, serta cottage maupun jungle cabin. Di kawasan ini terdapat canopy bridge (jembatan tajuk) sepanjang 64 m yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai di ketinggian 30 m. Jembatan tajuk ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia."

Jembatan sebelum masuk ke trek, tapi bukan yang ini canopy bridge-nya.

Yap, canopy bridge adalah hal wajib yang harus dikunjungi di Bukit Bangkirai soalnya ini adalah satu-satunya canopy bridge alias jembatan tajuk di Indonesia. Beda banget lah pokoknya sama jembatan ancol. Untuk sampe ke canopy bridge-nya kita harus jalan ngelwatin 2 trek, yaitu Trek M. Prakosa sama Trek Djamaludin:

Trek I (150m)

Trek II (300m)

Treknya nanjak, terus tanahnya dibentuk kayak tangga gitu.

Di sepanjang trek banyak juga pohon-pohon kayak ulin, rotan, meribu, pohon bangkirai itu sendiri, dan masih banyak lagi. Disitu ditulis juga nama latin pohon-pohonnya, bikin gue keinget sama pelajaran biologi:


Selain pohon, gue juga nemu banyak semut raksasa.

Setelah jalan sejauh 450 meter akhirnya gue sampe juga diujung trek II, dan tinggal selangkah lagi nyampe di canopy bridge bukit bangkirai:

 
"Selamat datang di canopy bridge yeyeye lalalala"

Peraturan yang wajib dipatuhi selama disana.


Disana juga ada sejarah singkat pembangunan canopy bridge.

Alhamdulillah tadi antrian buat naik ke canopy bridge-nya ga serame antrian dufan, jadi setelah sekitar 20 menit nunggu gue pun naik ke tangga entrance. Kok naik tangga? Ya namanya juga canopy bridge alias jembatan tali yang ngegantung di pohon, jadi kesananya harus naik keatas pohon dulu. Tapi terserah ajasih kalo gamau pake tangga, dipanjat pake kaki juga monggo kalo bisa mah.

Adek gue jadi penjaga antrian.
Entrance yang sebenarnya lagi ditutup,

jadinya keluar masuk lewat sini.

Canopy bridge diliat dari bawah.

Setelah menyiksa betis selama beberapa menit, akhirnya gue sampe juga di puncak acara anak tangga. Untungnya gue ga takut ketinggian, jadi pas ngelewatin jembatannya gue ga pucat pasi gemeteran kayak para pengunjung yang lain. #eh

Di tengah jembatan.

#AbsurdSelfie - Di tengah jembatan.

#FromWhereIStand - Di tengah jembatan juga.

Dan inilah pemandangan yang dilihat para pengunjung Bukit Bangkirai dari ketinggian 30 meter:
Tenang aja, gaada edward cullen nemplok di pohon kok.



Kesimpulannya Bukit Bangkirai itu seru, indah, dan menantang, tapi alangkah lebih  greget kalo turun dari jembatannya bisa pake flying fox yang langsung sampe di parkiran. #plak

Sekian dari Ayas, wassalamualaikum!

No comments:

Post a Comment